Teknologi Brain Interface pada komputer bukan suatu hal baru. Beberapa saat lalu, penggunaannya pernah dipamerkan. Baik game maupun pengoperasian PC. Tapi, mungkin baru Neuronheadset buatan Emotiv System yang akan dijual ke pasaran.
Headset untuk mendeteksi gelombang otak alat ini menyerupai tempurung kepala manusia. Koneksinya tidak lagi menggunakan kabel alias wireless. Di dalam Neuronheadset, terdapat 14 neurosensor yang terletak menyebar.
Cara kerja Neuronheadset sangat simpel. Pada dasarnya, otak kita memiliki sekitar seratus miliar saraf atau biasa disebut dengan neuron. Ketika neuron berinteraksi dan memancarkan kekuatan elektrik, maka alat ini memanfaatkan kekuatan tersebut untuk melakukan komunikasi dengan PC.
Emotiv juga mengeluarkan dua software pendukung untuk Neuronheadset. Yaitu, Emotiv SDKLite™ yang digunakan sebagai pelengkap ketika bermain game. Juga, sebuah perangkat lunak bernama EmoComposer™.
Software ini akan mempermudah koneksi antara Neuronheadset dengan PC. Fitur di dalamnya juga lumayan banyak. Antara lain, 2 beta-version neuroheadsets Software toolkit, Full access to detection libraries, Suite of development tools for effective creation, dan integration of applications with content.
Pengoperasian PC kini dapat dilakukan secara praktis. Tanpa harus bersentuhan dengan keyboard sama sekali. Kepraktisan ini akan lebih terasa ketika bermain game. Sebab, kita dapat membawakan karakter pada sebuah permainan sesuai mood, pemikiran, maupun pembicaraan kita.
"Memiliki kemampuan untuk mengontrol komputer dengan pikiran kita adalah suatu interaksi manusia dan mesin yang hebat," ujar Nam Do, CEO Emotiv Systems.
Perangkat interfacing antara otak dengan komputer ini sudah bisa ditemukan di pasaran pada akhir tahun ini. Harga per unitnya sekitar USD 299 setara dengan Rp 2,7 juta.
Visi perusahaan selanjutnya adalah mengembangkan alat ini. Tujuannya, agar nanti dapat digunakan untuk industri, interaktif dengan televisi, riset pemasaran, pengobatan, dan keamanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar